Peserta lainnya menilai materi yang disampaikan pemateri relevan dengan kebutuhan calon bidan di masa mendatang. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan motivasi agar mahasiswa lebih terbuka terhadap inovasi dan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami mendapatkan motivasi untuk terus mengembangkan diri dan tidak takut menghadapi perubahan. Materi yang disampaikan juga membuka pemikiran kami bahwa bidan harus mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada pasien,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai tantangan dan peluang profesi bidan di tengah transformasi digital. Mereka juga didorong untuk memiliki pola pikir terbuka terhadap inovasi serta mampu menerapkan pengetahuan berbasis bukti dalam praktik kebidanan.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme dari para peserta. Mahasiswa aktif mengikuti pemaparan materi, berdiskusi, serta memperluas wawasan mengenai perkembangan pelayanan kebidanan dan tuntutan profesi di masa mendatang.IKTA terus mendorong pelaksanaan kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung lahirnya lulusan kebidanan yang kompeten, profesional, adaptif, dan inovatif serta mampu berkontribusi dalam pembangunan kesehatan menuju Indonesia Emas 2045. (red)
Editor : Pimred Laksamana.id
