Laksamana.id | KOTAMOBAGU — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Timur Indonesia (GTI) menyatakan siap mengawal proses pengusutan tragedi kegiatan drag race di Upai, Kotamobagu, yang mengakibatkan korban jiwa dan korban luka.
GTI meminta aparat penegak hukum dan pihak terkait melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian serta mengetahui apakah seluruh ketentuan dan standar keselamatan dalam penyelenggaraan kegiatan telah dipenuhi.
Ketua Umum DPP LSM GTI, Fikri Alkatiri, mengatakan tragedi tersebut tidak seharusnya langsung disimpulkan sebagai musibah apabila dalam proses penyelidikan ditemukan dugaan kelalaian, pelanggaran prosedur, atau tidak terpenuhinya standar keselamatan.
“Keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama. Kami mendukung olahraga otomotif, tetapi setiap kegiatan yang melibatkan risiko tinggi harus diselenggarakan dengan standar keselamatan yang memadai,” ujar Fikri.
Soroti Peran IMI Sulut
Selain aspek keselamatan, GTI turut mempertanyakan tugas pokok dan fungsi serta tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, termasuk peran Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Utara.Menurut Fikri, perlu dilakukan pemeriksaan secara objektif mengenai bentuk keterlibatan masing-masing pihak, termasuk aspek teknis, rekomendasi, pembinaan, pengawasan, maupun persyaratan penyelenggaraan kegiatan.
“Yang perlu diperjelas adalah siapa yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam setiap tahapan penyelenggaraan. Apakah pemeriksaan teknis sudah dilakukan, bagaimana standar keselamatan diterapkan, dan apakah seluruh prosedur telah dipenuhi,” katanya.
Fikri juga mempertanyakan sistem pengamanan di lokasi, termasuk pembatas antara lintasan dan penonton.
“Apakah pembatas yang digunakan sudah sesuai dengan standar keselamatan yang diwajibkan untuk kegiatan otomotif berisiko tinggi? Hal ini harus diverifikasi oleh pihak yang berwenang berdasarkan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Editor : Pimred Laksamana.id
