Bupati Ela juga meminta dukungan Kementerian Perindustrian terus diperluas melalui pendampingan teknis, pelatihan, bantuan peralatan produksi, peningkatan kualitas kemasan, akses pembiayaan, hingga pembangunan sentra industri olahan singkong.
"Kami meyakini, dari Kabupaten Lampung Timur, singkong bukan sekadar hasil pertanian, tetapi dapat menjadi sumber nilai tambah, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, kami optimistis Lampung Timur mampu menjadi salah satu pusat hilirisasi singkong yang membanggakan Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, menegaskan pemerintah pusat berkomitmen penuh mendorong lahirnya industri berbasis singkong yang modern dan berdaya saing.
Menurutnya, setiap daerah memiliki peluang menghasilkan produk unggulan yang berbeda melalui inovasi dan kreativitas, meskipun menggunakan bahan baku yang sama."Oleh karena itu, kami terus berkomitmen mendukung pengembangan industri berbasis singkong agar mampu memenuhi kebutuhan nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia," kata Faisol.
Editor : Pimred Laksamana.id
