Scroll untuk baca artikel

DPP PWDPI Kecam Israel, Tuntut Pembebasan Tiga Jurnalis Indonesia yang Dicegat Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

DPP PWDPI Kecam Israel, Tuntut Pembebasan Tiga Jurnalis Indonesia yang Dicegat Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza
DPP PWDPI Kecam Israel, Tuntut Pembebasan Tiga Jurnalis Indonesia yang Dicegat Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

Laksamana.id || Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI), M. Nurullah RS, mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan tiga jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina, Senin (18/5/2026).

Tiga jurnalis yang dilaporkan menjadi korban tindakan tersebut yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari media Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV. Ketiganya berada dalam misi peliputan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina sebelum kapal yang mereka tumpangi dicegat secara paksa di perairan internasional sekitar 310 mil laut dari wilayah Gaza.

Dalam pernyataan persnya, Selasa (19/5/2026), Nurullah menilai tindakan militer Israel tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, hak asasi manusia, dan prinsip kebebasan pers yang dijunjung dunia internasional.

Menurutnya, para jurnalis tersebut merupakan warga sipil yang menjalankan tugas profesional untuk menyampaikan informasi dan fakta kemanusiaan kepada publik global, bukan bagian dari aktivitas militer maupun ancaman terhadap negara mana pun.

“Tidak ada alasan yang dapat dibenarkan untuk menangkap, menahan, atau menculik wartawan yang bekerja secara jujur dan profesional. Keamanan, keselamatan, dan kebebasan bergerak bagi insan pers harus dijamin di mana saja, termasuk di perairan internasional. Tindakan ini bukan hanya penghinaan terhadap profesi wartawan, tetapi juga penghinaan terhadap nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan dunia,” tegas Nurullah.

Editor :
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini