“Sekitar satu setengah bulan cukup untuk pembangunan, instalasi mesin, hingga pelatihan pengelola. Ini juga melibatkan kolaborasi desa dan kecamatan,” tambahnya.
Sementara itu, Manager Bisnis Mikro BRI BO Metro, Triyanto Yohanes, menyebut pembangunan TPST ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI dalam mendukung pengendalian lingkungan dan peningkatan kesehatan masyarakat.
“Kami berharap TPST ini tidak hanya menjadi tempat pengolahan sampah, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah,” ujarnya.
Ia menegaskan keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat, terutama dalam membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik.Dengan hadirnya TPST di Desa Rantau Jaya, diharapkan pengelolaan sampah di Lampung Timur dapat bertransformasi menuju sistem yang lebih modern, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat. (*)
Editor :