“Proses penilaian dilakukan langsung di pekarangan milik warga, dengan sejumlah indikator seperti pemanfaatan lahan untuk tanaman dan kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta program keinginan dalam mendukung kecukupan gizi keluarga,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat masyarakat untuk mengoptimalkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.
Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan pekarangan tidak hanya berkontribusi terhadap ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi.
(Saka Ard) Editor : Saka
