“Dalam situasi darurat, keselamatan manusia adalah yang utama. Saya berterima kasih atas respon cepat semua pihak—ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujar Iptu Darus
Iptu Darus juga menegaskan bahwa penyelidikan penyebab kebakaran masih terus berjalan.
"Kami sudah turun ke TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi. Sementara ini, diduga api berasal dari aktivitas pengelasan, namun kami akan mendalami lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya," jelasnya.
Kapal Uki Raya 23 sendiri merupakan milik H. Alida, warga Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kapal ini direncanakan akan kembali beroperasi melayani rute Ternate. Namun kejadian ini menyebabkan kerusakan yang cukup berat, dengan taksiran kerugian mencapai Rp2 miliar."Progres perbaikan sudah hampir rampung. Ini tentu pukulan berat bagi kami. Tapi kami bersyukur, yang paling penting tak ada nyawa yang hilang," ungkap Jeklin Tarinderan, penanggung jawab galangan.
Editor : SakaSumber : Bitung-Sulut
