Scroll untuk baca artikel

Gugat Ridwan Kamil: Terlibat dalam Skandal Bank BJB?

Gugat Ridwan Kamil: Terlibat dalam Skandal Bank BJB?
Gugat Ridwan Kamil: Terlibat dalam Skandal Bank BJB?


Apabila dijabarkan, PT Cipta Karya Mandiri Bersama mendapatkan dana senilai Rp 41 miliar, sedangkan PT Cipta Karya Sukses Bersama meraih jumlah yang lebih besar yaitu Rp 105 miliar. Selanjutnya, ada PT Antedja Muliatama dengan pendapatan mencapai Rp 99 miliar, lalu PT Cakrawala Kreasi Mandiri mendapat Rp 81 miliar, PT BSC Advertising mengantongi Rp 33 miliar, dan terakhir PT Wahana Semesta Bandung Ekspress memperoleh sumbangan sejumlah Rp 49 miliar.
Tersangka utamanya memberikan perintah kepada tim pengadaan untuk melewatkan tahapan verifikasi dokumen penyedia berdasarkan prosedur standar operasional (SOP). Mereka juga menyatakan bahwa jajaran tersebut harus menambah nilai evaluasi setelah adanya presentase penawaran dari para peserta tender atau biasa disebut sebagai post bidding.

KPK menemukan bahwa dana untuk biaya promosi Bank BJB antara tahun 2021 hingga 2023 mencapai Rp409 miliar sebelum pajak. Setelah dikurangi dengan pajaknya, jumlah itu berkurang menjadi kira-kira Rp300 miliar. Berdasarkan hasil investigasi, baru sekitar Rp100 miliar saja dari total dana tersebut yang dihabiskan seperti tujuannya semula.

"Sekitar 100 triliun telah dialokasikan berdasarkan tugas sebenarnya yang sudah diselesaikan. Namun, kita belum memeriksa setiap rincian dari anggaran itu hingga 100 miliar tersebut," jelas Pelaksana Harian Direktur Penyidikan KPK, Budi Sukmo Wibowo.

Berdasarkan pernyataan Budi, KPK berencana menerapkan pendekatan "follow the money" dalam menyelesaikan kasus korupsi ini. Pendekatan itu bertujuan untuk fokus pada pengawasan arus keuangan dengan tujuan mengungkap hubungan dan partisipasi dari setiap pihak yang terkait.

Sebagai gantinya dari hanya bergantung pada kesaksian dan berkas-berkas administrasi, dengan pendekatan ini, KPK dapat menganalisis transaksi finansial yang mencurigakan di tengah-tengah kasus tersebut. Ini termasuk pengecekan arus dana menuju akun beberapa pihak terpilih, pengeluaran yang tak lazim, sampai usaha penyembunyian uang via firma-firma kosong. Teknik follow the money pun turut memperkuat kapabilitas untuk membuka potensi keterlibatan para pemimpin politik.

Ternyata, dugaan kasus korupsi dalam proses pengadaan iklan untuk Bank BJB telah disinyalir oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak tahun lalu. Saat itu, KPK memilih tidak merilis identitas para tersangka atau menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik). Tambahan pula, laporan hasil audit yang dihasilkan Badan Pengawas Keuangan (BPK) bulan Maret 2024 mencatat ketidaksesuaian dalam pelaksanaan anggaran promosi produk serta biaya kampanye iklan. Dokumen dengan nomor 20/LHP/XVII.BDG/03/2024 tersebut menyajikan tinjauan BPK tentang operasional Bank BJB selama rentang waktu 2021 hingga 2023.

Berikut ini adalah detailnya: selama masa tersebut, Ridwan Kamil menduduki posisi sebagai Gubernur Jawa Barat dan juga mengontrol sebagian besar saham Bank BJB. Ini karena Pemerintah Provinsi Jabar memiliki porsi saham yang tertinggi pada institusi perbankan lokal tersebut. Sebagai gubernur, dia turut ambil bagian dalam proses pengambilan kebijakan penting untuk bank saat pertemuan dengan para pemilik saham utama, termasuk tugas memilih dan melantik pegawai-pegawai senior di Bank BJB.

Efektivitas Teknik Mengikuti Uang

Para peneliti dari Pusat Kajiannya Anti-Korupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman, berpendapat bahwa prinsip tidak bersalah sampai dibuktikan bersalah harus tetap dipertahankan bagi RK. Tugas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah mencari dan menguji bukti yang dapat mendukung atau menyangkal hubungan antara RK dengan skandal suap di Bank BJB. Perilaku tersebut mesti ditelaah lebih jauh untuk melihat bagaimana aktifitas pembelian iklan oleh Bank BJB ketika RK masih menjabat sebagai gubernur Jawa Barat.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini