Scroll untuk baca artikel

Jaringan Konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera dan Kesiapan Tol Fungsional

Jaringan Konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera dan Kesiapan Tol Fungsional
Jaringan Konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera dan Kesiapan Tol Fungsional

Laksamana.id | Jakarta - Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) berperan penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas barang dan orang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di kabupaten dan kota yang tidak langsung bersinggungan dengan jalur utama. Pembangunan infrastruktur ini menghubungkan kawasan produksi dan distribusi, mempercepat akses ke destinasi wisata, serta menciptakan peluang ekonomi baru (Machus, 2014). 

Dibandingkan dengan Jalan Tol Trans Jawa (JTTJ), JTTS lebih banyak melintasi perkebunan karet, tebu, sawit, dan jagung, dengan pemukiman penduduk yang tersebar di kejauhan. Pembebasan lahan untuk JTTS lebih mudah karena minim pemukiman terdampak, sehingga konstruksi lebih cepat. Selain itu, ROW (hak ruang milik jalan) yang luas memungkinkan pembangunan jaringan rel di masa depan, mengurangi beban jalan tol. 

Perkembangan JTTS 

Menurut PT Hutama Karya (2025), beberapa ruas tol yang telah beroperasi antara lain: 

Sigli – Banda Aceh (48,5 km), Binjai – Tanjung Pura (38,3 km), Pekanbaru – Bangkinang – Koto Kampar (55,4 km), Pekanbaru – Dumai (131 km), Kisaran – Indrapura (48 km), TB Penanjung – Bengkulu (17 km), Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km), Palembang – Indralaya (22 km), Indralaya – Prabumulih (64,5 km), dan Bayung Lencir – Tempino (33,6 km). 

Ruas tol yang sedang dibangun meliputi Bypass Pekanbaru – Junction Pekanbaru (30 km), Betung – Tempino – Jambi (135,5 km), dan Palembang – Betung (69 km). 

Dampak Ekonomi dan Aksesibilitas 

JTTS membuka akses ke kawasan ekonomi baru, seperti Jalan Tol Palembang – Betung yang mampu menghemat waktu tempuh hingga 60,5%, serta mengurai kemacetan di Jalan Lintas Timur. Sementara itu, Jalan Tol Pelabuhan Panjang – Lematang mempercepat distribusi barang dan meningkatkan konektivitas ke kawasan industri di Lampung Barat, Tanggamus, Pringsewu, dan Pesisir Barat. 

Kabupaten-kabupaten tersebut memiliki hasil bumi unggulan, seperti padi, kopi, karet, kelapa sawit, dan perikanan, yang dengan JTTS dapat lebih cepat terdistribusi ke Banten dan Jabodetabek. 

Kesiapan Tol Fungsional untuk Mudik Lebaran 2025 

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini