Scroll untuk baca artikel

Agar Tidak Miskin, Yuk Kelola Keuangan dengan Money Mindset Investor

Agar Tidak Miskin, Yuk Kelola Keuangan dengan Money Mindset Investor
Agar Tidak Miskin, Yuk Kelola Keuangan dengan Money Mindset Investor

Jika belum memiliki dana darurat, mulailah menabung secara konsisten. Sisihkan minimal 10% dari penghasilan setiap bulan untuk membangun dana darurat. Ingatlah bahwa uang tunai (cash) memang penting, namun aliran kas (cash flow) lebih penting lagi. Miliki selalu penghasilan yang lebih besar dari kebutuhan kita, sehingga alokasi dana darurat bisa lebih besar.

5. Berinvestasi pada Diri Sendiri

Buffett sering menekankan pentingnya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan. Bagi kelas menengah, ini berarti tidak hanya tentang mengembangkan kemampuan tetapi juga bagaimana mengelola kehidupan pribadi dengan lebih baik dalam hal kesehatan fisik, kesehatan mental, dan keuangan.

Sediakan waktu untuk berolahraga, membaca buku setiap hari, makan bergizi, tidur cukup, dan mengelola stres atau emosi negatif. Investasi pada diri sendiri menjadi fondasi sebelum berinvestasi pada faktor eksternal, seperti saham, emas, crypto, dan lainnya.

6. Jangan Merasa Kurang Akan (Kegiatan)

Buffett terkenal dengan prinsipnya untuk tidak terbawa arus, "untuk menjadi takut ketika orang lain bersemangat dan menjadi bersemangat hanya ketika orang lain takut." Ia selalu melakukan penelitian mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Jangan tergoda oleh investasi yang sedang populer tanpa memahami risikonya.

Misalnya, jika ada tren investasi di aset digital seperti cryptocurrency di Alt atau koin Meme, pastikan untuk memahami cara kerjanya, potensi keuntungannya, dan risikonya sebelum terlibat. Ini juga berlaku untuk saham dan semua instrumen investasi lainnya.

Ambil Keputusan Keuangan Lebih Baik dari Membaca Buku "Psikologi Uang"

7. Prioritaskan Pendapatan Pasif

Paragraf tersebut dalam Bahasa Indonesia adalah: Buffett telah membangun kekayaannya melalui penghasilan pasif dari investasi jangka panjang. Bagi kelas menengah, hal ini bisa dimulai dengan langkah kecil, seperti mengalokasikan penghasilan untuk membuka bisnis yang dikelola secara paruh waktu, membeli saham blue chip, investasi pada properti, dan lainnya.

Tidak ada alasan untuk tidak memulai berinvestasi hanya karena gaji pas-pasan, karena ini tentang membentuk kebiasaan, yaitu membentuk kebiasaan untuk mengelola uang yang tidak harus dimulai dengan langkah besar, melainkan kecil yang kemudian berkembang menjadi besar.

8. Hindari Spekulasi, Fokus pada Nilai Jangka Panjang

Buffett dikenal sebagai investor nilai yang fokus pada potensi jangka panjang lebih dari keuntungan cepat. Dalam konteks kelas menengah, kita bisa mencoba untuk tidak tergoda agar cepat kaya dengan mengambil risiko tinggi dengan uang yang tidak kita miliki.

Selain itu, untuk jangka panjang, pilihlah investasi yang stabil dan memiliki potensi tumbuh seiring waktu. Khususnya untuk orang yang tidak memiliki waktu melakukan penelitian secara teratur, memilih instrumen dengan latar belakang yang baik dan kapital pasar yang besar, sehingga mengurangi kekhawatiran mengenai kehilangan dana.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini