Ternyata Dr. Richard sendiri pernah mendapat perlawanan dari keluarganya.
Dia bahkan baru memberitahu istrinya tentang hal ini selama setahun terakhir.
Beruntungnya, Dr. Richard Lee malah memberikan dukungan penuh padanya.
"Respons keluarga, yang pertama penolakan dari dua tahun lalu, penolakan besar-besaran, bahkan aku diancam, ancaman keluarga. Tapi aku diam aja, strategiku pelan-pelan untuk dibicarakan. Tepatnya satu tahun yang lalu istriku juga (bilang) mari kita lanjutkan saja, kalau memang pilihan hidup, ya lakukan saja. Aku senang istriku mendukung banget," katanya.
Karena alasan tersebut, Richard Lee menyangkal bahwa dirinya mualaf hanya untuk mencari ketenaran.
Karena ia memilih menyembunyikan fakta tersebut selama dua tahun.
"Jika aku mencari ketenaran, mungkin dua tahun yang lalu aku sudah mengumumkannya, tapi ini bukanlah yang utama. Saya juga tidak memiliki niat untuk berbicara ke media. Apakah ini hubungan saya dengan Tuhan? Yang paling tidak saya tunjukkan dengan karya. Kalian mungkin Islam atau tidak, kalian menunjukkan, apakah kalian shalat atau tidak, apakah kalian sedekah atau tidak," kata Richard.
Detik-detik yang mengubah hidup Dr. Richard Lee
Pada saat proses mualaf itu, Dr. Richard Lee tampak mengenakan peci hitam lengkap dengan baju koko warna putih.
Dr. Richard Lee tampak mengucapkan syahadat di hadapan Ustaz Derry Sulaiman dan Felix Siauw.
Editor : Pimred Laksamana.id
