Scroll untuk baca artikel

Sekolah Rakyat Bakal Pakai Kurikulum Nasional Plus Plus

Sekolah Rakyat Bakal Pakai Kurikulum Nasional Plus Plus
Sekolah Rakyat Bakal Pakai Kurikulum Nasional Plus Plus

Sekolah Rakyat akan menerapkan kurikulum yang dirancang khusus. Kurikulum khusus itu juga akan tetap memadukan kurikulum nasional.

Masyarakat Tuli Mengisi Bulan Ramadan dengan Tadarus Al Quran Bahasa Isyarat Secara Online

“Tentu ada kurikulum nasional kita tetap plus. Jadi kurikulum nasional 'plus plus'," ujarnya dalam konferensi pers usai rapat pembahasan pembangunan Sekolah Rakyat di kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat pada Rabu, 5 Maret 2025.

Meski begitu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu belum menjelaskan lebih lanjut detail mengenai kurikulum yang akan diterapkan di Sekolah Rakyat. Pihaknya masih terus mengembangkan konsep terbaik untuk diterapkan bagi murid-murid di sekolah hasil gagasan Kementerian Sosial tersebut.

Sekolah ini dibuka khusus bagi siswa dengan latar belakang ekonomi sangat miskin. Hal-hal tersebutlah yang menjadi pertimbangan pihaknya dalam mematangkan kurikulum yang pastinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan.

,” kata dia.

Dia juga menyampaikan bahwa pembahasan terkait kelengkapan fasilitas dan infrastruktur Sekolah Rakyat masih terus berlangsung. Mulai dari perizinan, tersedianya tenaga pendidik, sampai dengan pengelolaan dan pengawasan kualitas. Ia bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan berbagai lembaga lain untuk mewujudkan cita-cita bersama dalam mendirikan Sekolah Rakyat.

“Fasilitas awal sudah ada, yaitu dari Kementerian Sosial. Namun, infrastrukturnya sendiri belum cukup untuk melaksanakan pendidikan formal. Itulah mengapa teman-teman dari Dikdasmen, terutama dari Diktisaintek, ikut terlibat langsung,” katanya.

Adapun dirinya memastikan bahwa peserta didik yang akan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat tidak akan dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Nuh mengatakan sekolah ini nantinya akan dibuka mulai tahun ajaran 2025/2026 untuk murid dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.

"Dengan tidak adanya biaya sekolah, jangan sampai orang yang tidak miskin mengaku miskin. Pastikan program ini hanya untuk warga miskin yang sesungguhnya," ujarnya.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini