Assalamu'alaikum, ya Rasulullah," sapa Jibril. "Allah menyampaikan salam kepadamu dan berfirman, 'Janganlah kamu bersedih, Aku selalu bersamamu. Pergilah menghadap mereka dan tunjukkan mujizat yang telah Aku siapkan.'
Pada saat itu, matahari sedang menjelang terbenam ke arah barat, dan kegelapan mulai menutupi bumi. Tiba-tiba, bulan purnama muncul dan bersinar dengan cahaya yang kuat. Rasulullah SAW memberikan isyarat dengan jarinya, dan bulan itu bergerak ke bawah, berhenti di depannya. Dengan izin Allah, bulan terbelah menjadi dua bagian.
Semua yang hadir terperanjat melihat keajaiban tersebut. Bulan yang terbelah kemudian bersatu kembali di atas kepala Nabi Muhammad dan bersaksi, "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya."
Setelah itu, bulan kembali ke langit, dan matahari muncul kembali seperti biasa. Meskipun telah ditunjukkan mukjizat yang luar biasa, Abu Jahal dan pengikutnya tetap tidak mau beriman. Mereka menganggap semua itu sebagai sihir.
Kisah singkat tentang Nabi Muhammad dan seorang pengemis buta.
Di sebuah kota yang indah bernama Madinah, ada seorang nabi yang penuh kasih, Nabi Muhammad SAW. Beliau terkenal sebagai sosok yang sangat lembut hati, bahkan terhadap orang-orang yang terus-menerus mencela dan menghina-Nya.
Di sebuah sudut pasar di Madinah, terdapat seorang pengemis Yahudi yang buta. Setiap hari, ia melemparkan kata-kata hinaan kepada Nabi Muhammad SAW, dan banyak orang yang mendengar kata-katanya yang kasar.
Tapi di tengah-tengah kerumunan orang di pasar, ada seorang yang memiliki hati yang baik. Setiap hari, orang ini datang dengan penuh kasih dan sayang untuk memberi makan pengemis buta tersebut.
Karena pengemis tersebut buta, ia tidak mengetahui siapa yang selalu memberinya makan dengan lembut. Ia hanya merasakan kehangatan dan perhatian dari tangan yang menyuapinya.
Suatu hari, pengemis itu merasa sangat kehilangan. Orang yang selalu memberinya makan tidak datang seperti biasanya, sehingga ia merasa lapar dan bingung.
Tak lama kemudian, Abu Bakar As-Shiddiq, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, datang dan menawarkan makanan kepadanya. Namun, pengemis itu segera marah.
Editor : Pimred Laksamana.id
