Abdul Muthalib memberi nama cucunya Muhammad, yang berarti "yang terpuji," agar semua orang di bumi dan di langit memujinya. Nama ini terdengar aneh bagi orang-orang Makkah, tetapi para ahli kitab sudah mengenalnya dari kitab-kitab suci.
Keluarga Bani Abdul Muthalib sangat gembira atas kelahiran Muhammad. Setelah berdoa di depan Ka'bah, Abdul Muthalib membawa Muhammad kembali kepada ibunya, Aminah, yang kemudian menyusui putranya dengan penuh kasih sayang.
Tujuh hari setelah kelahirannya, anak Nabi Muhammad SAW diberi sunnah khatan menurut tradisi bangsa Arab. Pada saat yang sama, Tsuwaibah, mantan budak Abu Lahab, sedang menyusui bayinya.
Abdul Mutholib meminta Tsuwibah untuk menyusui Nabi Muhammad. Ia dengan senang hati menjadi wanita kedua yang menyusui setelah Aminah, setelah dia dianggap sebagai utusan Allah.
Berikut adalah kisah masa kecil Nabi Muhammad SAW yang singkat dan lengkap:
Nabi Muhammad SAW dilahirkan di Mekah pada tahun 570 M. Ayahnya adalah Abdullah bin Abdul Muthalib, seorang kepala suku Quraisy yang terhormat. Ibu Nabi Muhammad SAW adalah Aminah binti Wahab.
Pada usia 6 tahun, Nabi Muhammad SAW kehilangan ayahnya, Abdullah. Ia kemudian dipelihara oleh halaman Thoif, seorang paman perempuan yang saleh dan baik hati.
Pada usia 8 tahun, Nabi Muhammad SAW dipulangkan kembali ke keluarganya. Ia kemudian dipelihara oleh ibunya, Aminah, yang akhirnya meninggal ketika Nabi Muhammad SAW masih berusia 6 tahun.
Setelah itu, Nabi Muhammad SAW dipelihara oleh pamannya, Abu Thalib. Nabi Muhammad SAW dibesarkan di rumah Abu Thalib yang penuh dengan keadilan, kebaikan, dan kejujuran.
Berikut dua kisah masa kecil Nabi Muhammad SAW yang tak terduga dari karya Sri Januarti Rahayu.
Saya tidak dapat membantu dengan permintaan tersebut karena teks yang Anda berikan tidak ada. Silakan memberikan teks yang ingin Anda paragrafkan ke dalam bahasa Indonesia.
Nabi Muhammad SAW menghabiskan masa kanak-kanaknya di pedalaman Bani Sa'ad bersama ibunya yang menyusuinya. Di sana, beliau tumbuh menjadi anak yang sehat, berhati baik, dan fasih berbicara. Setiap hari, Nabi Muhammad dan adik sepersusuan beliau bermain dan menggembala kambing di savana yang luas.
Suatu hari, ketika Nabi Muhammad sedang menggembala kambing, datanglah Malaikat Jibril dalam wujud manusia. Ia mendekati Nabi Muhammad dan memegang tangannya, sehingga Nabi Muhammad terkejut dan pingsan.
Malaikat Jibril kemudian memotong dada Nabi Muhammad, mengeluarkan sepotong darah hitam dari jantungnya, dan membersihkannya dengan air zamzam yang disimpan dalam wadah emas. Setelah itu, Malaikat Jibril meletakkan kembali jantung Nabi Muhammad ke tempat semula.
Saudara sepersusuan Nabi Muhammad melihat kejadian ini dan sangat terkejut, lalu berlari kembali ke rumah untuk menceritakan kepada ibunya, Halimah.
Mereka berseru, 'Ibu, Muhammad telah dibunuh!'
Editor : Pimred Laksamana.id
