Setelah perjalanan yang panjang, Habib dan pasukannya tiba di Kota Abta, dekat Makkah. Di sana, Abu Jahal beserta para pemuka Quraisy menyambutnya dengan ramah.
Mereka memberikan hadiah berupa budak dan perhiasan yang berkilauan. Setelah mereka duduk berhadapan, Habib pun bertanya, "Tuan Abu Jahal, siapa sebenarnya orang ini Muhammad?"
Abu Jahal menjawab dengan nada penuh benci, "Kami mengenalnya sebagai orang yang setia dan dapat dipercaya. Namun, ketika ia berusia 40 tahun, ia mulai menghina Tuhan kami dan mengajak orang-orang untuk mengikuti agama lain!"
Habib yang penasaran berkata, "Bawalah dia hadapanku! Jika dia enggan, kamu harus mendorongnya untuk datang!"
Beberapa saat kemudian, seseorang memanggil Nabi Muhammad SAW. Dengan penuh keberanian, Nabi Muhammad SAW datang bersama istrinya, Khadijah, dan sahabatnya yang setia, Abu Bakar. Ketika Nabi Muhammad SAW datang, wajahnya bersinar cerah dan membuat Habib terkejut.
Hai Muhammad," kata Habib, "Setiap nabi memiliki mukjizat. Apakah kamu juga memiliki mukjizat?
Rasulullah SAW tersenyum dan bertanya, "Apa yang kau inginkan, wahai raja?"
Habib menjawab dengan penuh harapan, "Aku ingin kamu menjadikan matahari terbenam dan bulan terbelah menjadi dua, kemudian bersatu kembali di atas kepalamu, dan menjadi saksi atas kebenaran kerasanmu!"
Saat mendengar permintaan tersebut, Abu Jahal hanya bisa tersenyum sinis. "Permintaanmu sungguh luar biasa!" ucapnya.
Rasulullah SAW kemudian berjalan ke Jabal Abu Qubaisy, sebuah bukit yang menjulang tinggi. Di sana, beliau melakukan shalat berdua rakaat dan berdoa kepada Allah. Tak lama kemudian, Malaikat Jibril mendatangi beliau.
Editor : Pimred Laksamana.id
