Buatlah peraturan agar siswa taat pada gurunya
Ketiga, aturan baru yang akan Dedi Mulyadi terapkan di sekolah adalah terkait dengan disiplin para siswa.
Awalnya Dedi Mulyadi terkesan kecewa dengan keluhan kepala sekolah tentang perilaku para siswa yang tidak lagi patuh kepada guru.
"Jadi sekarang anak-anak itu mengikuti perintah gurunya tidak sih?" tanya Kang Dedi.
"Memang semakin menurun tingkat ketepatan. Biasanya orang tua mengandalkan guru. Sekarang guru juga mengalami penurunan ketepatan (murid) semakin hari semakin kecil. Saya menjadi guru dari tahun 88, sekarang 2025, perbedaannya sangatlah mencolok (soal ketepatan murid)," mengakui Asep.
Karena itu, agar murid-murid di Jawa Barat kembali mematuhi guru, Kang Dedi akan membuat aturan baru.
Yaitu orang tua siswa akan diminta menandatangani perjanjian agar para guru bisa menghukum murid yang melanggar Undang-Undang Pendidikan Nasional.
"Jadi nanti pada saat penerimaan siswa baru, ada surat pernyataan dari orang tua bahwa mereka tidak akan mengajukan keberatan apa pun kepada sekolah, jika sekolah mengambil tindakan tegas terhadap siswa yang tidak mematuhi peraturan pendidikan sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan Nasional," kata Dedi Mulyadi.
Kang Dedi juga akan menyediakan pengacara di setiap sekolah.
"Saya menyiapkan pengacara untuk sekolah-sekolah, saya menyiapkan pengacara ke sekolah jika terjadi kriminalisasi," ujar Kang Dedi.
"Guruku, jangan takut sekalipun kepala sekolah, guru, dan sekolah Anda di Jawa Barat dilaporkan oleh orang tua dan siswa. Kami Gubernur Jawa Barat akan melindungi dan membantu sekolah-sekolah," kata dia.
Editor : Pimred Laksamana.id
