Kejaksaan Agung menginvestigasi liciknya Maya Kusmaya dalam menciptakan Pertalite dari Pertamax dan Premium.
Kepala Divisi Pemasaran dan Niaga di PT Pertamina Patra Niaga adalah Kusmaya.
Maya Kusumawardhani memutuskan untuk mengalihkan penggunaan bahan bakar jet Pertamax ke Edward Perera sebagai ganti rugi atas kesepakatan yang disetujui oleh Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riza Siahaan.
Sementara itu, Edward Corne menjabat sebagai Wakil Presiden (VP) Operasional Perdagangan PT Pertamina Patra Niaga.
Sedikit informasi, bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium memiliki tingkat oktan (RON) 88, sedangkan Pertamax memiliki RON 92.
Sebelumnya telah dilaporkan bahwa Pertamina hanya mengubah Pertalite menjadi Pertamax.
Dan di mana Maya Kusuma dan Edward Corne membuat keputusan untuk mengubah Premium menjadi Pertamax?
Menurut keterangan dari penyidik Kejaksaan Agung, dua orang pejabat PT Pertamina Patra Niaga itu membuat etanol Premium menjadi Pertamax di terminal atau tempat penyimpanan PT Orbit Terminal Merak.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, PT Orbit Terminal Merak merupakan perusahaan yang dimiliki oleh anak dari "Raja Minyak" yaitu Muhammad Kerry Andrianto Riza.
Editor : Pimred Laksamana.id
