Scroll untuk baca artikel

Apakah Provinsi Riau dan 12 Kabupaten/Kota Ikut Gelap?"*

Apakah Provinsi Riau dan 12 Kabupaten/Kota Ikut Gelap?"*
Apakah Provinsi Riau dan 12 Kabupaten/Kota Ikut Gelap?"*

Laksamana.id | Jakarta - Riau adalah provinsi yang kaya raya, dengan sumber daya alam yang melimpah. APBD yang fantastis, ditambah suntikan dana dari berbagai sumber, seharusnya mampu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. Namun, faktanya berkata lain! 

Tiga Gubernur Riau berturut-turut berakhir di penjara. Banyak pejabat lainnya yang akhirnya mendekam di balik jeruji besi. Mengapa mereka tetap berani melakukan korupsi? Apakah gaji dan berbagai tunjangan yang mereka terima masih belum cukup? 

Jawabannya sederhana: mahalnya ongkos politik membuat para pejabat tersandera! Ditambah lagi, watak korup, keserakahan, dan kurangnya rasa syukur menjadi faktor utama yang menyeret mereka ke dalam lubang yang sama. 

Sementara rakyat terus berharap pembangunan yang merata, seremoni, foto-foto, dan pesta pora justru menjadi prioritas. APBD terkuras untuk hal-hal yang tidak semestinya. Gedung-gedung instansi vertikal dibangun megah, tetapi ketika masyarakat bertanya soal pembangunan infrastruktur jalan, gedung sekolah, atau puskesmas, jawabannya selalu sama: "Anggaran defisit!" 

Kita tidak boleh diam! Sudah saatnya masyarakat Riau bersatu dan mengawal kebijakan pemerintah agar benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat. Jangan biarkan kekayaan negeri ini hanya dinikmati oleh segelintir orang, sementara rakyat tetap merasakan ketidakadilan.** Oleh:LARSHEN YUNUS

(Ketua DPD I KNPI Provinsi Riau / Wasekjen KNPI Pusat / Kandidat Kuat Calon Ketua Umum DPP KNPI)

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini