Scroll untuk baca artikel

Dari Hobi Jalan-jalan, Syifa Sukses Jadi Jastiper Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Dari Hobi Jalan-jalan, Syifa Sukses Jadi Jastiper Beromzet Puluhan Juta Rupiah
Dari Hobi Jalan-jalan, Syifa Sukses Jadi Jastiper Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Ajang pameran kecantikan yang berlangsung sekarang di Surabaya menjadi peluang baik bagi para pebisnis yang membuka layanan titip atau jasa titip biasa disebut jastiper.

Mereka rela menunggu dari pagi sambil membawa tas berukuran besar, tingginya seolah-olah sampai pinggang orang dewasa. Salah satunya adalah Syifa, istri muda Sidoarjo.

"Titipan sangat banyak, sedikit bingung mencari tempat utk membelinya, tapi sangat menyenangkan," ujar Syifa saat ditemui Basra disela acara Surabaya X Beauty di Convention Center Grand City Mall, Jumat (7/2) sore.

Syifa mengaku sudah 2 tahun menjadi model iklan pameran produk kecantikan dan keseimbangan. Awalnya, kemungkinan besar dia tertarik menjadi jastiper dari hobi jalan-jalan.

Saya ini orangnya suka jalan-jalan dan berbelanja, ya, hobi tersebut memungkinkan saya untuk membagikan foto-foto saya di media sosial, dan banyak orang menunjukkan minat. Dari situ, saya akhirnya memiliki ide untuk membuka toko online jasa jemput

Pada mulanya, pemesanan dilakukan melalui media sosial Instagram, tapi sekarang Syifa memiliki grup WhatsApp khusus untuk para anggota jastipnya dengan jumlah 600 orang. Lewat grup tersebut, Syifa membuka jastip setiap kali diadakan pameran.

"Tahu-tahu sampai hari terakhir pameran, saya sudah memesan barang kunjungi pameran ini (Surabaya X Beauty) sekitar seminggu lalu karena ada orderan. Pesanan malah banyak banget, begitu membuat saya harus hadir sampai akhir pameran untuk mengambil barangnya," katanya dengan tertawa.

Syifa mengaku meraup untung Rp 10 hingga Rp 15 juta rupiah untuk setiap kali membuka jastip di pameran di Surabaya. Namun, keuntungannya akan lipat ganda saat berburu barang di Jakarta.

Harga stand Sudirman di Surabaya termasuk rendah, saya baru mendapatkan (untung) puluhan juta karena beberapa tahun lalu jualan saya hanya di Surabaya. Nah, sekarang saya masih membuka jastip untuk Surabaya, tapi juga sudah membuka jastip untuk Jakarta, bahkan jalan-jalan keluar negeri juga saya buka jastip.

Meskipun mendapatkan untung yang cukup besar, namun hal yang tidak mengenakkan yang dialami Syifa tentang jastip adalah, seperti apa yang pernah terjadi ketika ada tamu yang membatalkan pemesanan barangnya.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini