-Komisi V DPR RI merasa kecewa dengan dampak penghematan biaya yang diterapkan oleh pemerintahan Prabowo Subianto.
Salah satu alasan kekurangan anggaran efisien adalah pengaruhnya pada pembangunan infrastruktur dilintang atau daerah pedalaman.
Gembong DPR RI itu tersebut disampaikan oleh anggota DPR RI dari fraksi PDIP Adian Napitupulu dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada tanggal 6 Februari 2025 seperti yang ditampilkan dalam siaran berita Tv Parlemen.
Di dalam rapat tersebut, anggota Komisi V membelit pimpinan DPR RI dengan sebuah tuntutan.
Salah satu yang memberikan intrusi yaitu Adian Napitupulu.
Menteri Aditya memprotes rencana Kementerian PU yang menghemat anggaran sebesar Rp81 triliun menurut instruksi Presiden.
Saat itu, penghematan anggaran yang dilakukan disebutkan akan memiliki dampak besar pada pembangunan infrastruktur.
Pengamat bincang kapolri, Adian Napitupulu, mengatakan pengurangan anggaran sebesar Rp81 triliun akan sangat berpengaruh pada masyarakat.
Dia mengatakan, lokakarya dengan sumber dana Rp10 triliun untuk program ketahanan pangan pasti tidak akan cukup.
Editor : Pimred Laksamana.id
