Setara 100 lembar saham. Harga saham dapat meningkat dan menurun sehari-hari. Di beberapa kejadian, harga saham perusahaan akan terus meningkat dalam jangka panjang, yaitu tahunan.
Berdasarkan saham yang dimilikinya, ia bisa menjualnya kapanpun ia perlu dana untuk keperluan tertentu seperti keuangan darurat atau mengetahui adanya potensi keuntungan dari penjualan tersebut.
Beli saham dengan harga tertentu, lalu menjualnya ketika harga saham meningkat, atau menunggu pembagian laba.
Berikut adalah penjelasan dua jenis keuntungan dengan saham, yaitu capital gain dan dividen. Untuk lebih jelas lagi, simak penjelasan tentang kedua poin di bawah ini:
Keuntungan ini dapat diperoleh dari perbedaan harga pembelian dan penjualan saham. Keuntungan ini bisa didapatkan ketika terjadi perubahan harga saham yang tidak stabil.
Misalkan seorang investor membeli saham perusahaan B dengan harga Rp500 per lembar. Empat bulan setelahnya, harga saham perusahaan B meningkat menjadi Rp1000 per lembar. Pada kasus ini, terdapat potensi keuntungan sebesar Rp500 atau 100% jika investor menjual kepemilikan sahamnya.
Akan tetapi, yang perlu diperhatikan, selain ada potensi keuntungan tinggi, investasi saham juga memiliki risiko kehilangan modal, atau kerugian, yakni boncos.
Sebagai contoh, investor membeli saham perusahaan B saat nilai Harga Intrinsik dari sahamnya adalah Rp2000 per lembar. Setelah enam bulan, harga saham yang sama berubah menjadi Rp1000 per lembar.
Karena panik atau kebutuhan uang mendesak, investor kemudian menjual sahamnya. Dalam situasi seperti itu, investor menderita kerugian atau mengalami kerugian modal sekitar 50%.
Dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagi kepada pemilik saham secara rutin, umumnya setiap tahun. Besarannya tergantung pada jumlah saham yang dimiliki oleh setiap investor (pemilik saham).
Editor : Pimred Laksamana.id
