Namun, meskipun kita merasa empati terhadap penderitaan teman kami, hal ini tidak berarti kita harus sepenuhnya menerima pandangan mereka tentang situasi tersebut.
Dukungan emosi paling efektif sering mencakup motivasi atau saran yang membantu mereka melihat masalah dari sudut pandang baru.
Menggayuh bahwa hanya mendengarkan isi hati teman tanpa berupaya memberikan pandangan baru mereka mungkin akan membuat mereka terus memikirkan masalah itu.
Dalam waktu yang lama, kondisi mental mereka juga mungkin akan mengalami perburukan.
Tampaknya seseorang sedang membom emosi orang lain tanpa memikirkan dampaknya merupakan suatu sikap yang khas dari burung pemakan bangkai.
Tim Pembantu Cerdas (bahasa Inggris: Intelligent Assistant, AI) dari Universitas Michigan, Ethan Kross, mengajukan beberapa pertanyaan yang dapat membantu orang untuk melihat masalah mereka dari sudut pandang yang lebih luas, antara lain:
• Melihat semua ini, kenapa peristiwa ini memengaruhi emosi kamu sedemikian hingga kamu merasa bingung?
• Apakah pelajaran yang dapat kamu ambil dari peristiwa ini? Jika ada, kamu ingin berbagi cerita mengenainya?
• Apakah ini termasuk dalam jenis 'rencana besar'? Mungkin membantu jika kamu melihat hal ini dari perspektif yang lebih luas. Bagaimana? Apakah ya atau tidak? Apakah ada alasan tertentu?
Setelah mempertimbangkan hal tersebut dari berbagai sudut pandang, orang-orang dalam penelitian tersebut justru lebih menemukan relaksasi dalam menghadapi penderitaan melalui peristiwa pahit tersebut, daripada mereka yang kemudian membocorkan detail eksplisit dari situasi tersebut dan perasaan yang munculnya.
Editor : Pimred Laksamana.id
