Sangat mengejutkan, reaksi stres para peserta tampak lebih jelas ketika mereka hanya memiliki kemungkinan 50% untuk terkena petir, daripada skenario ketika mereka sadar bahwa rasa sakit akan datang.
Keterlibatan Orang-orang di Sekitar Irregularitas
Hambatan atau perasaan ketidaknyamanan paling sering terjadi ketika hak asasi tidak ketat atau transisi.
Para ilmuwan yang menyelidiki persahabatan yang tidak terdadronging melakukan sebuah eksperimen. Mereka meminta sekelompok orang untuk membayangkan bahwa mereka akan berkunjung kepada seorang teman dengan tujuan untuk meminta nasihat, penjelasan, atau bantuan.
Mereka diminta untuk memberikan tanggapan terhadap beberapa pertanyaan, masing-masing dengan skala persentase dari satu (tidak sama sekali) hingga enam (sangat).
Apakah Anda tahu betapa berguna hubungan Anda?
Seberapa kasar persahabatan Anda?
Siapa pun yang memberikan dua atau lebih jawaban pada pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dianggap memiliki "hubungan yang ambivalen". Keraguan akan reaksi mereka bisa menjadi sumber stres yang parah.
Dalam studi tersebut, diketahui bahwa adanya teman-teman yang bersikap ambivalen duduk di sebelah mereka sudah cukup untuk meningkatkan tekanan darah.
Kita mungkin tidak selalu bisa memberikan dukungan yang dibutuhkan dari teman-teman, tetapi kita dapat mencoba menjadikan tanggapannya lebih dapat diandalakan.
Contohnya, cara mengelola suasana hati yang sedang buruk agar tidak menyebar ke tengah-tengah teman-teman.
Editor : Pimred Laksamana.id
