Scroll untuk baca artikel

5 cara menjadi teman yang baik dan tidak menyebalkan

5 cara menjadi teman yang baik dan tidak menyebalkan
5 cara menjadi teman yang baik dan tidak menyebalkan

Hindari ilusi transparansi

Kita seringkali terperangkap dalam bayangan pikiran kita sendiri, tetapi tidak jarang pula kita melebih-lebihkan kemampuan orang lain untuk mencerna kesadaran emosi kita. F Fenomena yang sering ini dikelompokkan ke dalam ilusi transparansi.

Selama wawancara kerja, misalnya, kita harus berusaha menyembunyikan kegugupan di wajah kita. Padahal, perasaan cemas biasanya lebih sulit menyembunyikan diri.

Kesalahan kognitif umum ini juga membuat kita kerap kali tidak memberi apresiasi pada orang lain karena merasa orang lain sudah bisa melihat apresiasi itu dari wajah kita sendiri.

Padahal, dia tidak menyadari perasaannya kita rasa sedih, faktanya dia malah merasa dikindung dan diputuskan perasaannya.

Amit Kumar dari University of Texas di Austin, dan Nicholas Epley dari University of Chicago, meminta sekelompok orang untuk menulis surat terima kasih kepada orang-orang yang paling berpengaruh mereka.

Dengan menggunakan survei untuk mengukur ekspektasi penulis surat dan reaksi sebenarnya dari penerima, peneliti menemukan bahwa orang-orang secara konsisten terkejut dengan seberapa besar senangnya orang lain atas kata-kata penghargaan tersebut.

Hari ini terkhaustahu apa yang orang lain rasakan terhadap rasa syukurnya.

Tentu-belum, mungkin-bisa saja bahasa tubuh kita berkomunikasi dengan mengungkapkan kehangatan dan penghargaan kita kepada seseorang, tapi kita tidak boleh tergantung padanya. Kita mungkin sebaiknya mengekspresikan perasaan yang lebih baik dengan kata-kata.

Menerima kehadiran dan keaslian perasaan orang lain (tetapi mendorong mereka untuk mempertimbangkan sudut pandang baru)

Saat menghadapi kesulitan, secara naluriah seseorang akan mencari makna dari orang lainnya. Respons yang penuh belas kasihan bisa membenarkan penderitaan mereka dan mengurangi beban mereka.

Teman yang buruk mungkin menganggap remeh atau menghakimi perasaan orang lain. Hal itu bisa membuat orang merasa ditinggalkan dan menambah beban ekspresi emosional mereka.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini