Karena itu, dukungan berbagai pihak menjadi sangat penting, mulai dari pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, relawan hingga masyarakat sekitar.
Lima Sumur Bor Disiapkan, Mesin Pompa Mulai Didukung
Kepala KPHP Katingan Hilir, Herodes Jaya, S.Hut, menyatakan dukungan awal telah diberikan berupa mesin pompa dan selang.
Tidak berhenti di sana, pihaknya juga segera merealisasikan lima titik sumur bor untuk memperkuat ketersediaan sumber air apabila terjadi kebakaran.
“Semoga semakin banyak pihak yang mau tergerak menangani darurat karhutla kali ini, agar dampaknya tidak semakin meluas,” tegas Herodes.
Langkah ini menjadi penting mengingat keterbatasan sumber air dan akses menuju lokasi kebakaran sering menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman di lapangan.
Dari Lokakarya, Kini Harus Dibuktikan di LapanganKepala Desa Hiyang Bana, Hendra Gunawan, SE, S.Pd, menyebut pembentukan Poslap merupakan tindak lanjut cepat dari lokakarya pengendalian karhutla yang sebelumnya digelar di Balai Desa Hiyang Bana.
Menurutnya, Poslap dibentuk untuk mempermudah koordinasi sekaligus mempercepat langkah penanganan dan pengendalian risiko karhutla.
Lokakarya tersebut sebelumnya melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Katingan, KPHP Unit XXX Katingan Hilir, Pemerintah Desa Hiyang Bana, BNF, tim independen, LSM LIRA, unsur TNI dan Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, relawan serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Editor : Pimred Laksamana.idSumber : Tim
