Laksamana.id || Lampung Barat –
Sebuah video berdurasi 47 detik tak sekadar viral—ia membuka borok yang lebih dalam. Rekaman yang memperlihatkan relawan SPPG memasak sambil berjoget sebagian tanpa perlindungan dasar (APD) kini menjadi sorotan tajam publik. Ini bukan lagi soal etika kerja. Ini soal keselamatan konsumsi masyarakat yang diduga diabaikan secara terang-terangan. (28/04/2026)
Penelusuran redaksi mengarah pada dugaan lokasi kejadian di SPPG Bumasya Cooking, Pasar Liwa, Lampung Barat. Dalam video tersebut, terlihat jelas sebagian relawan mengolah makanan tanpa sarung tangan, tanpa masker, bahkan tanpa penutup kepala. Standar dasar sanitasi yang seharusnya wajib justru diperlakukan seperti hal remeh.Dapur yang semestinya steril berubah menjadi panggung hiburan. Aktivitas memasak yang menyangkut hajat hidup orang banyak dilakukan dengan sikap sembrono. Ini bukan kelalaian kecil ini potensi ancaman kesehatan publik.
Reaksi publik meledak. Warganet tak hanya mengecam perilaku individu, tapi mulai membongkar dugaan masalah yang lebih besar, lemahnya pengawasan dan bobroknya sistem kontrol di lapangan. Pertanyaan yang muncul sederhana tapi mengiris di mana pengawas? siapa yang bertanggung jawab? dan kenapa ini bisa terjadi secara terbuka?
Koordinator Masyarakat Independent GERMASI, Wahdi Syarif, angkat suara keras. Ia menyebut kejadian ini sebagai cerminan kegagalan sistemik, bukan sekadar keteledoran teknis.
Editor : YantoSumber : Kordinator Germasi Lampung Barat Wahdi Syarif