Ia juga menambahkan bahwa pekerjaan tersebut terindikasi sarat dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta diduga terjadi penyalahgunaan kewenangan dan jabatan dalam pengelolaan anggaran.
Di tempat terpisah, salah satu warga Desa Bumi Jawa, Rohim, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai perbaikan jalan yang belum genap enam bulan sudah rusak kembali sangat disayangkan, mengingat anggaran yang digunakan tidak sedikit.
“Masak perbaikan jalan belum genap enam bulan sudah hancur kembali. Ini sangat disayangkan karena anggarannya besar, tapi pekerjaannya terkesan asal-asalan,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan rencana pembangunan kembali jalan tersebut dengan anggaran berbeda pada tahun ini.Menurutnya, jika benar demikian, maka anggaran sebelumnya terkesan mubazir, sementara masih banyak kebutuhan pembangunan lain di Desa Bumi Jawa.
Editor : Pimred Laksamana.id