Laksamana.id || Lampung —
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf melakukan pemantauan udara menggunakan helikopter untuk melihat langsung kondisi kerusakan hutan di wilayah perbukitan Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, pada Minggu (7/12/2025). Langkah ini dilakukan merespons laporan para aktivis lingkungan yang sejak lama mengkhawatirkan maraknya praktik pembalakan liar di kawasan tersebut.
Hasil pemantauan udara memperlihatkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Dari ketinggian, tampak banyak titik penebangan liar di area perbukitan yang sebelumnya dikenal rimbun dan hijau. Kini, sebagian besar bentang alam berubah warna menjadi coklat kemerahan akibat hilangnya tutupan pohon.
Bentang Alam Berubah, Lereng Bukit Gundul dan Jalur Tebangan Terlihat Jelas
Sejumlah lereng bukit terlihat gundul dengan kontur tanah yang sudah terekspos. Jalur-jalur akses buatan—yang diduga dibuat untuk mempermudah mengeluarkan kayu hutan—terlihat membelah kawasan perbukitan menuju titik penampungan di wilayah Sabardong, Pugung Penengahan, Lemong.
Perubahan drastis bentang alam itu dinilai sebagai tanda kerusakan ekologis yang serius. Hilangnya pepohonan besar membuat area lereng tak lagi memiliki penahan air dan struktur tanah menjadi rentan longsor, terutama memasuki musim hujan.
Di bagian bawah kawasan perbukitan terdapat aliran sungai yang mengalir hingga ke permukiman warga. Jika kerusakan terus berlangsung, banjir bandang dan longsor dikhawatirkan akan menghantam pemukiman padat penduduk yang berada di sepanjang aliran sungai tersebut. Potensi kerusakan diperkirakan dapat mengancam ratusan rumah.
Editor : Yanto