Jakarta, 26 Oktober 2025 — Fakultas Teknologi Kesehatan (Fastekes) Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) mempertegas komitmennya dalam memajukan teknologi kesehatan di Indonesia melalui keikutsertaan pada 4th International Healthcare Engineering Fair (INAHEF) 2025 yang diselenggarakan pada 23–26 Oktober 2025 di Jakarta. Mengusung tema “Smart Health, Smart Future”, kegiatan ini menjadi platform strategis yang mempertemukan akademisi, praktisi teknik pelayanan kesehatan, industri alat medis, rumah sakit, serta pemangku kebijakan nasional untuk membahas arah masa depan layanan kesehatan berbasis teknologi.
Dalam ajang tersebut, Rino Ferdian Surakusumah, M.Eng., S.H.Eng., selaku Dekan Fakultas Teknologi Kesehatan IKTA, hadir dan berpartisipasi pada sejumlah agenda penting, termasuk kongres utama dan program pengabdian masyarakat tingkat nasional. Partisipasi Fastekes IKTA tahun ini menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui program kolaboratif strategis antara IKTA dan Perkumpulan Teknik Pelayanan-Kesehatan Indonesia (PTPI).
Salah satu agenda utama kerja sama tersebut adalah Penelitian Nasional Sarana Prasarana Alat Kesehatan 2026–2029, yang berfokus pada penyusunan kajian perencanaan penggunaan anggaran dan pengembangan sarana prasarana alat kesehatan nasional. Penelitian ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mengadopsi teknologi alat medis modern dan menjawab kebutuhan peralatan kesehatan yang semakin meningkat seiring perkembangan inovasi medis di Indonesia.
Selain itu, kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui Healthcare Innovation Award 2025 turut menjadi bagian dari kontribusi IKTA melalui penilaian tingkat Standar Nasional Indonesia (SNI) Rumah Sakit Pintar. Program ini bertujuan mendorong fasilitas pelayanan kesehatan memperkuat digitalisasi, integrasi sistem informasi, serta kesiapan menuju implementasi konsep Smart Hospital, sejalan dengan kebijakan transformasi kesehatan nasional.
Kehadiran Fastekes IKTA pada INAHEF 2025 memberikan nilai strategis bagi institusi, termasuk perluasan jaringan kerja sama akademik dan profesional, penguatan peran IKTA sebagai institusi pendidikan yang aktif dalam pengembangan teknologi kesehatan, serta peningkatan kontribusi dalam penelitian dan pengabdian masyarakat berstandar nasional. Partisipasi ini juga mengukuhkan posisi Fastekes IKTA sebagai institusi yang berkomitmen menghadirkan solusi dan inovasi untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
“Melalui keterlibatan ini, Fastekes IKTA berkomitmen untuk terus mengambil peran aktif dalam menghadapi tantangan dan peluang transformasi digital di sektor kesehatan, serta memastikan lulusan kami siap bersaing pada tingkat nasional dan global,” ujar Rino Ferdian Surakusumah, Dekan Fakultas Teknologi Kesehatan IKTA.Dengan terselenggaranya kegiatan ini, IKTA menegaskan kesiapannya menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem teknologi kesehatan yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan di Indonesia. (red/Adri)
Editor : Pimred Laksamana.id