Sanak daghak memang anak kebun. Tetapi dari kebun inilah kopi yang harum ke kota, dari kebun inilah sayur yang segar ke pasar. Dan kini, dari kebun inilah lahir jalan: bukan sekadar jalan tanah yang mengeras, tetapi jalan keyakinan bahwa optimisme rakyat selalu lebih kuat dari pesimisme siapa pun.
Jika jalan adalah simbol peradaban, maka kami telah membangun peradaban kami sendiri. Dengan tangan yang kasar, dengan baju yang lusuh, dengan semangat yang sederhana, tapi sesungguhnya lebih agung daripada semua baliho yang terpajang di Liwa.
Kini, Tanjakan Haliyan Ghubok berdiri sebagai saksi bisu. Ia tahu siapa yang bekerja, siapa yang hanya berkata. Ia menyimpan nama-nama yang berkeringat, dan melupakan suara-suara nyinyir yang berlalu begitu saja.
Dan bila kelak sejarah menoleh ke belakang, ia hanya akan mencatat satu hal: bahwa di Tanjakan Haliyan Ghubok, optimisme rakyatlah yang menang.(Saka Ard)
Editor : Yanto