Scroll untuk baca artikel

Ikhtiar Pemerintah Dan Stakeholder Transportasi Demi Kelancaran Arus Mudik Di Lintas Merak – Bakauheni

Ikhtiar Pemerintah Dan Stakeholder Transportasi Demi Kelancaran Arus Mudik Di Lintas Merak – Bakauheni
Ikhtiar Pemerintah Dan Stakeholder Transportasi Demi Kelancaran Arus Mudik Di Lintas Merak – Bakauheni

Untuk mengoptimalkan kapasitas angkut, diberlakukan pola bongkar tanpa muat di pelabuhan dengan beban muatan rendah, sehingga mempercepat waktu perputaran kapal (porttime) dan meningkatkan jumlah trip. 

Fasilitas pendukung juga diperbaiki, termasuk penambahan toilet, ruang istirahat, serta pemanfaatan Port Operation Control Center (POCC) untuk memantau operasional pelabuhan secara real-time guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan. 

Tiga jalur utama bagi pemudik sepeda motor disiapkan menuju Pelabuhan Merak dan Ciwandan:1️⃣ Batas Kab. Serang – Pelabuhan Merak (61,3 km)

2️⃣ Batas Kab. Serang – Bojonegara – Pelabuhan Merak (75,4 km)3️⃣ Batas Kab. Serang – Pelabuhan Ciwandan (61 km)

 Untuk menghindari kepadatan di malam hari—waktu favorit para pemudik motor—disediakan buffer zone di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon sebagai area tunggu jika parkiran pelabuhan sudah penuh.

 Terminal Terpadu Merak yang dikelola Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan berperan penting dalam integrasi transportasi darat dengan pelabuhan. Terminal ini melayani 16 perusahaan bus dengan 19 trayek, serta dilengkapi jembatan penghubung ber-AC menuju dermaga, sehingga penumpang pejalan kaki dapat langsung menuju kapal dengan nyaman.

 Namun, kebersihan terminal masih menjadi perhatian utama yang harus segera diperbaiki untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik.

 Pemerintah mewajibkan pemudik memiliki tiket sebelum masuk ke kawasan pelabuhan, yang dapat dibeli melalui aplikasi Ferizy. Selain itu, diterapkan sistem geofencing dengan radius 4,71 km di sekitar pelabuhan, sehingga tidak ada lagi penjualan tiket dadakan di sekitar area masuk pelabuhan.

 Pemerintah pusat, daerah, serta berbagai pemangku kepentingan—termasuk BPTD Banten, KSOP Banten, PT ASDP, PT Astra Infra, dan PT Pelindo—terus bersinergi untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Dengan dukungan kebijakan yang matang serta koordinasi lintas sektor, diharapkan mudik tahun ini akan lebih selamat, nyaman, aman, dan lancar bagi seluruh pemudik.***

 Oleh Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI Pusat

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini