Laksamana.id | Jakarta - Pemerintah bersama para pemangku kepentingan transportasi terus berupaya memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2025, khususnya di lintas Merak – Bakauheni yang menjadi jalur utama bagi pemudik menuju Pulau Sumatera. Berbagai kebijakan dan langkah antisipatif telah disiapkan untuk menghindari kepadatan seperti yang terjadi pada musim mudik tahun sebelumnya.
Salah satu langkah strategis adalah penerapan skema satu tarif tiket mulai H-5 Lebaran di Pelabuhan Penyeberangan Merak – Bakauheni. Dengan kebijakan ini, tidak ada lagi pemisahan layanan eksekutif dan reguler, sehingga seluruh penumpang akan diarahkan ke kapal yang tersedia secara bergiliran. Penghapusan layanan eksekutif bertujuan untuk mencegah antrean panjang kendaraan yang kerap terjadi akibat tingginya minat pemudik terhadap layanan tersebut.
Langkah ini sekaligus mendistribusikan pendapatan lebih merata ke operator kapal swasta, serta memastikan penumpang dan kendaraan dapat menyeberang dengan lebih cepat tanpa harus terfokus pada satu layanan tertentu. Selain itu, pengaturan antrean kendaraan di dalam pelabuhan akan diperketat, dengan area tunggu khusus sebelum kendaraan diperbolehkan masuk kapal.
Untuk mengurangi kepadatan di Pelabuhan Merak, Korlantas Polri dan Polda Banten akan menerapkan skema rekayasa lalu lintas, termasuk sistem pelambatan (delayed system) jika antrean kendaraan melebihi kapasitas buffer area.
Selain itu, kebijakan pemisahan jenis kendaraan ke pelabuhan berbeda kembali diberlakukan:✅ Pelabuhan Merak – Bakauheni → untuk pemudik pejalan kaki, kendaraan pribadi, bus, dan angkutan umum.
✅ Pelabuhan Ciwandan – Wika Beton → untuk pemudik sepeda, sepeda motor, dan truk tangki.✅ Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara – BBJ Muara Pilu → untuk kendaraan berat dan truk tronton.
Pemisahan ini bertujuan agar arus kendaraan tidak terpusat di Merak, sehingga mempercepat proses naik-turun kapal serta menghindari kepadatan di jalur menuju pelabuhan.
PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan 69 kapal feri yang akan melayani lintas penyeberangan selama 24 jam. Operasional pelabuhan akan disesuaikan dengan kondisi kepadatan:
Normal → 28 kapal, 114 trip per hari Padat → 31 kapal, 126 trip per hari
Sangat padat → 33 kapal, 135 trip per hari
Untuk mengoptimalkan kapasitas angkut, diberlakukan pola bongkar tanpa muat di pelabuhan dengan beban muatan rendah, sehingga mempercepat waktu perputaran kapal (porttime) dan meningkatkan jumlah trip.
Fasilitas pendukung juga diperbaiki, termasuk penambahan toilet, ruang istirahat, serta pemanfaatan Port Operation Control Center (POCC) untuk memantau operasional pelabuhan secara real-time guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan.
Tiga jalur utama bagi pemudik sepeda motor disiapkan menuju Pelabuhan Merak dan Ciwandan:1️⃣ Batas Kab. Serang – Pelabuhan Merak (61,3 km)
2️⃣ Batas Kab. Serang – Bojonegara – Pelabuhan Merak (75,4 km)3️⃣ Batas Kab. Serang – Pelabuhan Ciwandan (61 km)
Untuk menghindari kepadatan di malam hari—waktu favorit para pemudik motor—disediakan buffer zone di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon sebagai area tunggu jika parkiran pelabuhan sudah penuh.
Terminal Terpadu Merak yang dikelola Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan berperan penting dalam integrasi transportasi darat dengan pelabuhan. Terminal ini melayani 16 perusahaan bus dengan 19 trayek, serta dilengkapi jembatan penghubung ber-AC menuju dermaga, sehingga penumpang pejalan kaki dapat langsung menuju kapal dengan nyaman.
Namun, kebersihan terminal masih menjadi perhatian utama yang harus segera diperbaiki untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik.
Pemerintah mewajibkan pemudik memiliki tiket sebelum masuk ke kawasan pelabuhan, yang dapat dibeli melalui aplikasi Ferizy. Selain itu, diterapkan sistem geofencing dengan radius 4,71 km di sekitar pelabuhan, sehingga tidak ada lagi penjualan tiket dadakan di sekitar area masuk pelabuhan.
Pemerintah pusat, daerah, serta berbagai pemangku kepentingan—termasuk BPTD Banten, KSOP Banten, PT ASDP, PT Astra Infra, dan PT Pelindo—terus bersinergi untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Dengan dukungan kebijakan yang matang serta koordinasi lintas sektor, diharapkan mudik tahun ini akan lebih selamat, nyaman, aman, dan lancar bagi seluruh pemudik.***
Oleh Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI Pusat
Editor : Pimred Laksamana.id