BOLASPORT.COM - Kemenangan gemilang Marc Marquez pada balapan MotoGP Thailand 2025 sebagai pembalap pabrikan Ducati menunjukkan dia pantas dipilih setelah banyak yang mempertanyakan hingga mengorbankan Jorge Martin.
Marquez pernah mengalami masa sulit pada musim 2020 setelah mengalami cedera dan menghadapi kesulitan bersaing dengan Honda.
Pembalap berusia 32 tahun itu mulai menunjukkan kembalinya pada keseimbangan saat memutuskan bergabung dengan Gresini yang merupakan tim satelit Ducati dengan memenangi beberapa balapan meski menggunakan motor yang usianya lebih tua dari Francesco Bagnaia.
Bagnaia seringkali mengasapinya karena kinerja motor dari pabrikan.
"Marc telah tumbuh dalam bayangan selama waktu yang lama," kata mantan pembalap MotoGP, Ruben Xaus seperti dikutip BolaSport.com dari MotoSan.
"Akhirnya Alex membalap untuk Honda dan menderita dan dia mengendarai Ducati pribadi dan berada di depan, Marc tahu keterbatasan saudaranya.
García Márquez telah menjadi pencipta dan saudaranya selalu menjadi murid dari apa yang dia buat.
"Marquez kembali berinovasi. Saat menghadapi masalah dengan tekanan ban, ia beradaptasi dengan cepat, sementara yang lain terjebak dalam air. Ia dapat menciptakan hal-hal baru dan menghasilkan banyak hal," ujar Xaus.
Motor itu sangat fisik. Namun Marquez mengendarainya dan membuat perbedaan yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain.
Itulah keajaiban dan keistimewaannya, dan itulah yang telah ia lakukan sepanjang hidupnya. Masalahnya adalah Marc Marquez yang luar biasa, dia berada di puncak.
Editor : Pimred Laksamana.id
