- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) menanggapi pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo soal kinerja Bendungan Ciawi dan Sukamahi yang disebut tak mampu menghindari banjir di Jabodetabek.
Direktur Jenderal (Dirjen) SDA Kementerian PU Lilik Retno Cahyadiningsih menyangkal tuduhan tersebut.
"Sebenarnya, (bendungan) Ciawi dan Sukamahi itu sudah menunjukkan kinerjanya," ungkap Lilik ketika ditemui di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (7/3/2023).
Lilik mengatakan, Bendungan Ciawi telah mampu menahan banjir sebesar 2 juta meter kubik. Sementara itu, Sukamahi mampu menahan 0,3 juta meter kubik.
Dijelaskan Lilik, alasan masih terjadinya banjir di Jabodetabek meskipun kinerja Bendung Ciawi dan Sukamahi telah berjalan dengan baik adalah karena ekstremnya curah hujan di hilir.
"Karena di bawahnya memang curah hujannya cukup ekstrem, sangat ekstrem. Kalau sangat lebat dan ekstrem itu ukurannya lebih besar dari 150 mm per hari. Dan yang terjadi berapa? 356 mm per hari. Jadi memang sangat ekstrem," kata dia lagi.
Jokowi mengatakan, bendungan yang diresmikan tahun 2022 lalu merupakan bendungan kering yang dibangun untuk mengendalikan banjir di Jakarta.
Tetapi, jika airnya terlalu banyak, bendungan tidak mampu menampungnya.
"Benar-benar tidak bisa dihindari, air harus keluar dan kemarin saya mendapatkan informasi intensitas hujan sangat tinggi sekali," katanya.
Editor : Pimred Laksamana.id
