Scroll untuk baca artikel

Puncak Jaya Memanas, Perang dari Pagi Hingga Sore

Puncak Jaya Memanas, Perang dari Pagi Hingga Sore
Puncak Jaya Memanas, Perang dari Pagi Hingga Sore

Satu Personel Brimob Terkena Panah dan Terdengar Tembakan dari Gunung

– Meski sebelumnya Polda Papua mengatakan bahwa kondisi Puncak Jaya mulai tenang, namun situasi ini berubah total pada hari Rabu (5/3 lalu. Puncak Jaya kembali bergejolak. Dua kubu pendukung pasangan calon 01 dan 02 yang sudah lebih dari satu bulan ini saling serang kembali menarik busur dan panah.

Setelah terjadi pengeroyokan yang menyebabkan meninggalnya seseorang bernama Agustus Kogoya. Dari bentrokan yang berikutnya, tiga warga mengalami luka serius lantaran terkena panah dan harus dievakuasi ke Jayapura. Tiga orang yang kritis tersebut adalah Sakarias Wonda (16), Nathan Weya (20), dan Weyo Enumbi (30). Sementara korban lainnya belum dilakukan pendataan.

Kepala Kepolisian Daerah Puncak Jaya AKBP Kuswara bersama ratusan anggota gabungan dari Polres Puncak Jaya dan Brimob BKO Puncak Jaya langsung turun ke TKP untuk memisahkan atau membubarkan aksi saling menyerang tersebut. AKBP Kuswara mengkonfirmasi bahwa pagi hingga sore hari kemarin lagi terjadi aksi menyerang-menyergakan antara massa pendukung paslon 01 maupun paslon 02 yang terjadi di Kampung Pagaleme tepatnya di Pertigaan Kantor Distrik Pagaleme.

“Kami telah berusaha untuk terus mengingatkan kepada kedua pihak untuk menghentikan serangan balik dengan menggunakan gas air mata untuk membalikkan arah massa, sementara kami terus memberikan peringatan-peringatan untuk tidak berperang,” kata Kuswara pada siang kemarin dalam rilisnya.

Diakui ketegangan pada pagi hari sempat dilerai, namun hingga sore kedua kubu masih tetap berjaga-jaga. “Kami berharap kepada semua masyarakat agar tetap berhati-hati menghadapi perkembangan situasi saat ini,” jelas AKBP Kuswara.

Dia tidak menolak dari konflik antara pendukung dua paslon ternyata salah satu anggota Brimob yang terkena panah.

"Kami masih mengumpulkan data mengenai jumlah korban jiwa dan yang terluka oleh panah baik dari pihak 01 maupun 02. Kami mengalami satu kehilangan dari anggota Brimob BKO yang terkena panah di paha, namun kondisinya mulai membaik," kata Kuswara.

“Dan saat ini anggota kami masih siaga dan berjaga-jaga untuk mengantisipasi aksi susulan jika sewaktu-waktu akan kembali terjadi," kata Kapolres Kuswara. Sumber terpercaya Cenderawasih Pos menyebutkan bahwa dugaan keterlibatan KKB atau OPM dari konflik ini mulai terlihat.

Pasalnya kemarin siang terdengar suara tembakan dari arah gunung. Selain itu, pada konflik 12 Februari lalu terungkap bahwa salah satu korban pernah tertembak di kaki.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini