Scroll untuk baca artikel

Heran Sekolah Minta Siswa Bayar Rp450 Ribu Buku Kenangan,Dedi Mulyadi Ambil Tindakan Tegas

Heran Sekolah Minta Siswa Bayar Rp450 Ribu Buku Kenangan,Dedi Mulyadi Ambil Tindakan Tegas
Heran Sekolah Minta Siswa Bayar Rp450 Ribu Buku Kenangan,Dedi Mulyadi Ambil Tindakan Tegas

Ia juga menyoroti fenomena wisuda yang marak terjadi di tingkat sekolah dasar dan menengah.

Menurutnya, upacara wisuda lebih tepat untuk alumnus perguruan tinggi, seperti sarjana atau diploma.

"Saya melarang sekolah untuk mengadakan wisuda bagi lulusan TK, SD, dan SMP. Menurut saya, wisuda lebih cocok untuk S1 dan D3. Lebih baik, kelulusan diselenggarakan dengan sederhana, seperti era dulu," katanya.

Sebagai alternatif, Dedi berencana membangun gedung pertunjukan di sekolah-sekolah untuk memungkinkan berbagai kegiatan dilaksanakan dengan lebih efektif dan mengurangi beban orang tua.

“Kemudian kita akan membangun ruang pertunjukan di setiap sekolah secara bertahap. Ruang tersebut bisa digunakan untuk acara peresmian, pertunjukan tari, musik, atau bahkan menonton film berkualitas,” jelasnya.

Menurut Dedi, langkah ini tidak hanya mengurangi beban biaya orang tua, tetapi juga memberikan fasilitas yang bisa digunakan oleh siswa dalam berbagai kegiatan akademik dan non-akademik.

"Kegiatan belajar tetap berlangsung normal, tanpa membebankan orang tua dengan biaya tambahan. Yang terpenting, kualitas pendidikan tetap terjaga dan anak-anak dapat mengingat masa sekolah mereka dengan baik," pungkasnya.

Saat itu, Dedi Mulyadi (Demul) menyingkirkan kepala sekolah SMA Negeri 1 Cianjur.

Ini disampaikan Dedi Mulyadi melalui akun Youtube-nya pada Kamis, 27 Februari 2025.

Dedi menjelaskan bahwa sebelumnya tim dari Inspektorat Provinsi Jawa Barat telah dikirim ke SMAN 1 Cianjur.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Pengobatan
Terkini