Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak bisa diam menghadapi penerapan buku kenangan yang harus dibayar mahal, yaitu seharga Rp 450 ribu.
Fakta tersebut ditemukan Dedi Mulyadi ketika seorang guru menceritakan kisahnya kepada Gubernur.
Saya tidak dapat memenuhi permintaan Anda karena tanggal yang Anda sebutkan tidak valid. Tidak ada tanggal 1 Maret 2025.
Biayanya berkisar Rp 150.000 hingga Rp 450.000 per anak.
Kepala sekolah dan guru telah menyarankan untuk mengubahnya ke bentuk digital dan menyimpannya di Google Drive atau platform lain.
“Tapi mungkin ini saatnya yang berat, Pak,” ujar guru tersebut kepada Dedi Mulyadi.
Mendengar itu Dedi terkesan bingung.
Karena semua kenangan anak bungsunya, Ni Hyang, juga disimpan dalam bentuk digital, bukan dalam bentuk cetakan yang mudah hilang atau rusak.
Dia berharap sekolah-sekolah dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi dan mencari solusi yang lebih efektif untuk para siswa dan orang tua.
“Kita bisa menyimpan semua kenangan di akun Google Drive masing-masing. Alih-alih album fisik, yang seringkali hilang,” kata Dedi, sebagaimana dilansir dari Kompas.com.
Editor : Pimred Laksamana.id
