Laksamana.id // Lampung Barat-Setelah terbitnya pemberitaan dugaan kepala sekolah SMP Negeri 1 Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat tahan gaji honor selama 4 bulan, kini muncul kembali dugaan Mark-up anggaran pemeliharaan sarana prasarana sekolah SMP Negri 1 (satu) Air Hitam di tahun 2024.
Mengenai permasalahan penahanan Gaji 10 guru honorer. Seorang honorer kembali di wawancarai awak media, Selasa 25-Februari-2025 di sekolah tersebut menerangkan kepada awak media. Alhamdulillah, Pak Wartawan setelah di terbitkan berita pada tanggal 23, Februari 2025 keesok harinya gaji kami langsung di berikan semua (terang Seorang honorer).Lebih menariknya lagi, anggaran pemeliharaan sarana dan perasarana sekolah di anggarkan mencapai puluhan juta, di tahap 1 tahun 2024 di anggarkan RP 40.358.992 dan di tahap 2 Rp 19.227.250. Namun faktanya tak sesuai kenyatan dengan angaran yang begitu besar tak ada perawatan sekolah yang terlihat istimewa dari sekolah tersebut.
Awak media menelusuri dan melakukan Komfirmasi kepada seorang guru, adakah perawatan sekolah di tahun 2024, merurut keterangan seorang guru pemeliharaan sekokah itu ada pak, namun tidak sebesar yang di anggarkan pada tahun 2024 pernah ganti reng atap berkisaran Rp 500.000 mengenai anggaran itu saya kurang mengerti di gunakan untuk apa saja. Terang seorang guru SMP N 1 Air Hitam pada, Rabu (26 Februari 2025).
Dedi Iskandar, Tim Investigasi media terus mendalami dugaan Mark-up penggunaan anggaran dana BOS di SMP Negri 1 Air Hitam, kami dan Tim terus berkoordinasi menggali, dugaan ini agar nantinya berkembang( tutupnya).Diminta untuk APH ,agar dapat kroscek ulang penggunaan anggaran dana BOS SMP Negeri 1 Airh Hitam Lampung Barat di tahun 2024.
(Saka Ard)
Editor : Pimred Laksamana.id
