Scroll untuk baca artikel

Saat APBD Menyusut, Daerah Harus Bangkit dengan Potensinya Sendiri

Saat APBD Menyusut, Daerah Harus Bangkit dengan Potensinya Sendiri
Saat APBD Menyusut, Daerah Harus Bangkit dengan Potensinya Sendiri

Keempat, daerah perlu berfokus pada pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan vokasi, pelatihan kerja, dan penguatan kewirausahaan lokal dapat memperkuat fondasi ekonomi daerah dalam jangka panjang. Sebagaimana ditegaskan oleh Gunnar Myrdal melalui teori circular causation, kemajuan ekonomi tidak akan tercapai jika masyarakatnya tidak memiliki kapasitas untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Dari Krisis Fiskal ke Momentum Reformasi

Krisis fiskal daerah sejatinya dapat menjadi momentum reformasi kebijakan pembangunan. Dengan mengurangi ketergantungan pada dana pusat, daerah bisa memperkuat sistem ekonomi berbasis potensi lokal dan inovasi kebijakan. Pemerintah daerah harus berani menata ulang prioritas anggaran: bukan pada proyek seremonial, tetapi pada sektor produktif yang menciptakan nilai ekonomi nyata.

Dalam jangka menengah, perlu dibangun ekosistem ekonomi lokal yang tangguh melalui penguatan UMKM, digitalisasi layanan publik, dan tata kelola anggaran yang transparan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan, di mana kesejahteraan masyarakat tidak ditentukan oleh besarnya dana transfer, tetapi oleh kemampuan daerah mengelola potensi dan kreativitas warganya.

Penurunan APBD memang menantang, namun bukan akhir dari segalanya. Justru di sinilah ujian sejati bagi semangat otonomi daerah: sejauh mana pemerintah daerah mampu berdiri di atas kaki sendiri, menggali kekuatan ekonomi lokal, dan menjadikan keterbatasan sebagai sumber inovasi.

Editor : Yanto
Bagikan

Berita Terkait
Terkini