Scroll untuk baca artikel

Saat APBD Menyusut, Daerah Harus Bangkit dengan Potensinya Sendiri

Saat APBD Menyusut, Daerah Harus Bangkit dengan Potensinya Sendiri
Saat APBD Menyusut, Daerah Harus Bangkit dengan Potensinya Sendiri

Saatnya Menggali Potensi Lokal

Turunnya APBD bisa menjadi momentum reflektif bagi daerah untuk menata ulang strategi ekonominya. Kemandirian fiskal bukan berarti memaksakan pendapatan baru melalui pajak yang membebani masyarakat, tetapi dengan cara cerdas memaksimalkan potensi lokal yang selama ini belum tergarap optimal.

Pertama, daerah harus berani melakukan diversifikasi ekonomi. Potensi unggulan seperti pertanian, perikanan, pariwisata, industri kreatif, hingga ekonomi digital harus dikelola dengan pendekatan berbasis nilai tambah. Misalnya, sektor pertanian tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi diarahkan ke hilirisasi — pengolahan hasil pertanian agar memiliki daya saing di pasar regional.

Kedua, pemerintah daerah perlu memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha dan masyarakat. Pembangunan ekonomi lokal tidak bisa hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi harus membuka ruang kemitraan dengan sektor swasta, BUMDes, koperasi, dan lembaga keuangan mikro. Kolaborasi ini akan memperluas akses pembiayaan produktif dan menciptakan lapangan kerja baru di tingkat akar rumput.

Ketiga, peningkatan kapasitas aparatur dan reformasi birokrasi menjadi kunci. Efisiensi pengelolaan anggaran dapat dicapai melalui sistem penganggaran berbasis kinerja (performance-based budgeting), di mana setiap program pembangunan dievaluasi berdasarkan hasil dan dampaknya terhadap masyarakat.

Editor : Yanto
Bagikan

Berita Terkait
Terkini