Scroll untuk baca artikel

Kapolres dan Kapolda Diminta Bertindak, Oknum Polisi Diduga Rampok Pajak Rakyat

Kapolres dan Kapolda Diminta Bertindak, Oknum Polisi Diduga Rampok Pajak Rakyat
Kapolres dan Kapolda Diminta Bertindak, Oknum Polisi Diduga Rampok Pajak Rakyat

Laksamana.id | Bitung

Skandal dugaan pungutan liar (pungli) di Samsat Kota Bitung kembali mencoreng wajah pelayanan publik. Ketua Umum Persatuan Organisasi Lintas Adat Agama dan Budaya (POLA), Puboksa Hutahaean, secara lantang menuding ada oknum polisi yang menggelapkan pembayaran pajak mobil dinas berpelat merah miliknya. Pajak sudah dibayar sejak Maret 2025, namun hingga kini surat perpanjangan tak kunjung terbit.

Puboksa mengaku pembayaran pajak dilakukan melalui transfer resmi, namun lima bulan berlalu dokumen legal kendaraan tak juga keluar.

“Uang sudah kami transfer, tapi sampai lima bulan tidak ada surat pajak keluar. Padahal istri saya yang urus langsung ke Samsat. Ini jelas-jelas tidak beres,” tegas Puboksa kepada wartawan, Sabtu (9/8/2025).

Ia menilai ini bukan sekadar kelalaian, melainkan indikasi permainan kotor yang terstruktur.

“Kalau saya yang dikenal oknum polisi itu saja diperlakukan begini, apalagi masyarakat kecil yang takut melapor. Saya yakin korban bukan cuma saya,” ujarnya.

Dari tiga kendaraan yang dibayar pajaknya, hanya dua yang mendapatkan surat perpanjangan. Satu unit mobil dinas berwarna merah mangkrak tanpa kejelasan, meski pembayaran sudah lunas.

Editor : Yanto
Bagikan

Berita Terkait
Terkini