Sebab itu, serat meningkatkan volume kotoran dan menjadikan proses BAB menjadi lebih terkontrol, sedangkan air berperan dalam menggerakkan makanan lewat saluran cerna untuk mengurangi konstipasi.
Namun begitu, makan terlalu banyak semangka bisa menyebabkan perut kembung.
4. Obesitas
Studi yang diterbitkan di jurnal Nutrients tahun 2019 menyimpulkan bahwa partisipan dengan kelebihan bobot tubuh atau obesitas klinik yang memakan semangka sebagai alternatif untuk camilan kurus lemak akan merasa lebih cepat kenyang.
Di samping itu, mengonsumsi semangka secara rutin tiap harinya terkait pula dengan pengurangan berat badan para partisipan dalam studi ini, serta menurunnya indeks massa tubuh, tekanan darah, dan lingkar perut mereka.
5. Serangan strok dan gangguan pada jantung
Sejumlah studi menyebutkan bahwa memasukkan makanan yang mengandung likopen ke dalam diet sehari-hari bisa membantu mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung serta serangan strok.
Studi pada tahun 2012 yang dimuat di American Journal of Hypertension mengidentifikasi kaitan antara konsumsi semangka dengan kondisi jantung.
Studi telah membuktikan bahwa ektrak semangka bisa memperkecil tekanan darah secara berkelanjutan, yang mana hal ini merupakan faktor pemicu utama untuk terjadinya serangan strok serta gangguan pada organ jantung.
Di samping itu, L-citrulline serta L-arginine, kedua zat antijoxid yang terdapat dalam buah semangka ini mampu memperbaiki kinerja pembuluh darah.
6. Peradangan
Beberapa kombinasi dari antioksidan khusus seperti likopen dan vitamin C yang ada di dalam buah semangka mampu mengurangi inflamasi serta kerusakan akibat oksidasi sepanjang waktu.
Editor : Pimred Laksamana.id