Scroll untuk baca artikel

Jika Anda Diet Selama Puasa, Ini Pola Makan Terbaik untuk Sahur dan Berbuka

Jika Anda Diet Selama Puasa, Ini Pola Makan Terbaik untuk Sahur dan Berbuka
Jika Anda Diet Selama Puasa, Ini Pola Makan Terbaik untuk Sahur dan Berbuka

Sebagai contoh jika seseorang memerlukan asupan nutrisi sebanyak 2150 kalori, untuk mengalami defisit atau menurunkan berat badan biasanya perlu membuat defisit energi dengan pengurangan konsumsi kalori antara 150 sampai 300 kalori.

Arti dari 2150-300 kalori adalah 1850 kalori, dan angka tersebutlah yang nantinya akan dibagikan selama waktu berpuasa.

Pada saat puasa dan bukan puasa, perbedaannya hanya terletak pada jadwal makan saja.

4 Kegunaan Sayuran Sawi Putih bagi Orang dengan Penyakit Asam Urat, Dapat Mengurangi Sakit dan Pembengkakan yang Terjadi

Jadi frekuensi makannya bisa menjadi 4-5 kali sehari, hanya saja waktu untuk makan akan ditunda hingga larut malam atau dini hari.

Pada saat berpuasa, konsumsi makanan dibagi menjadi empat sesi, yakni cemilan untuk membuka puasa atau jikaṭ, selanjutnya makan malam setelah salat maghrib, camilan lagi setelah salat tarawih, dan terakhir adalah sahur.

Saat berbuka puasa atau jika tarawih, disarankan untuk memenuhi 10-20 persen dari total kebutuhan kalori dan nutrisi harian Anda.

Selanjutnya pada waktu makan malam diselenggarakan sekitar 30-40% dari total 1850 kalori.

Setelah salat tarawih, masih diperbolehkan untuk makan kembali dengan porsi kurang lebih 10-20 persen.

Selama waktu sahur, kira-kira 30-40 persennya dapat dialokasikan untuk makan.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini