Itu terjadi karena alpukat adalah sumber karbohidrat atau energi dan juga kaya akan lemak.
Porsi yang ideal untuk memakan alpukat sebenarnya bergantung pada kebutuhan lemak harian setiap orang.
Dia ingin agar orang-orang dapat menukar lemak yang berasal dari makanan seperti gorengan, daging, atau produk dengan kandungan lemak tinggi dengan lemak yang didapatkan dari buah alpukat.
Digantikan oleh lemak yang diperoleh dari buah alpukat sehingga berlangsung proses substitusi.
"Dianggap berlebihan bila mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak tinggi serta memasukkan banyak alpukat ke dalam diet, hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan asupan lemak menjadi terlalu banyak," tambah Naufal.
Naufal menyebutkan suatu contoh, jika kebutuhan harian adalah 2.150 kalori, maka kebutuhan lemak sekitar 60 gram.
Dari setiap 100 gram alpukat, terdapat kira-kira 6,5 gram lemak.
Sebagai contoh, jika Anda tidak memasukkan lemak sama sekali ke dalam diet Anda dan mendapatkan semua lemak hanya dari alpukat, bahkan hingga satu kilogram sekalipun itu tak menjadi masalah.
Namun, apabila memakan sumber lemak yang lain, konsumsi alpukat sebanyak 200 gram sampai 300 gram bisa dianggap berlebihan. Hal ini tergantung pada cara seseorang dalam mengonsumsi sumber-sumber lemak tersebut, jelas Naufal.
Editor : Pimred Laksamana.id