Scroll untuk baca artikel

Bukber di Zaman Digital: Menjaga Tali Silaturahmi Sambil Berkilau di Medsos

Bukber di Zaman Digital: Menjaga Tali Silaturahmi Sambil Berkilau di Medsos
Bukber di Zaman Digital: Menjaga Tali Silaturahmi Sambil Berkilau di Medsos

Karena itu, saya dan istriku berbuka puasa bersama setiap harinya. Walaupun kadang kami ikut berbuka bersama dengan kolega sebanyak beberapa orang yang tak dapat dicegah, kegiatan semacam ini umumnya baru terjadi sekali atau dua kali sepanjang Bulan Ramadhan.

Di samping itu, untuk orang-orang yang merasa khawatir ketika menghadiri acara bukber dengan peserta banyak, beberapa saran di bawah ini dapat mempermudah:

Pilih Lokasi yang Tenang -- Apabila memungkinkan, cari tempat yang kurang padat pengunjung dan menyajikan atmosfer yang lebih damai.

Hadir Bersama Sahabat Terdekat -- Mengikuti acara bukber bersama orang yang telah dekat dapat menciptakan atmosfer yang lebih menyenangkan.

Atur Batas Waktu -- Bila sering merasa kelelahan, tak masalah untuk ikut serta dalam acara bukber dengan durasi pendek dan meninggalkannya lebih dini jika perlu.

Persiapkan Tema untuk Diskusi - Untuk mereka yang merasa gugup saat harus berkomunikasi di hadapan kerumunan orang, menyusun sejumlah tema pembicaraan sederhana dapat mempermudah dalam mengurangi rasa khawatir tersebut.

Kesimpulan

Tradisi bukber terus berkembang, tidak hanya dalam hal lokasi dan metode penyelenggaraannya, tetapi juga sasaran yang ingin dicapai.

Namun begitu, nilai persatuan dan peduli sesama masih menjadi inti utama dalam tradisi ini.

Untuk orang-orang yang mengalami ketakutan atau tidak merasa nyaman dengan acara buka bersama bertaraf besar, pilihan untuk berkumpul dalam lingkaran kecil mungkin akan jauh lebih menyenangkan.

Di penghujung hari, hal utamanya ialah bagaimana kita dapat merasakan keseruan waktu berbuka puasa dalam suasana kekeluargaan serta tulus hati.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini