Pada zaman sekarang, banyak individu menggunakan bukber sebagai kesempatan untuk bersua lagi dengan sahabat lamanya, entah itu berasal dari sekolah, universitas, atau lingkungan pekerjaan mereka.
Media sosial juga berperan besar dalam mengubah budaya bukber, di mana acara ini sering diabadikan dalam foto dan video untuk dibagikan kepada publik.
Ini membuat bukber lebih dari sekadar makan bersama, melainkan menjadi sebuah bagian dari gaya hidup dan fenomena sosial.
Tidak bisa disangkal bahwa pergeseran ini memiliki efek baik dan buruk.
Sebuah sisi lainnya, bukber moderen menyediakan sejumlah besar opsi bagi publik untuk merasai momen membuka puasa dalam lingkungan yang menyenangkan.
Namun, dari sudut pandangan lain, makna sejati persaudaraan yang dahulunya menekankan kemudahan hidup saat ini kadang-kadang telah digantikan oleh elemen-elemen yang bersifat konsumsi.
Banyak individu bersaing dalam memilih lokasi buka puasa yang elegan guna mencari prestise ataupun semata-mata ingin ditampilkan pada platform-media sosial.
Di samping itu, salah satu hambatan yang dihadapi adalah bertambahnya biaya.
Apabila dahulu berbuka bersama hanya perlu dilaksanakan di dalam rumah menggunakan hidangan dari rumah, saat ini banyak individu merasa wajib menyediakan budget yang lebih tinggi agar bisa melakukan bukber di tempat umum.
Ini dapat menjadi bebannya sendiri bagi beberapa individu yang mungkin menghadapi kendala keuangan namun tak berkeinginan tertinggal dari lingkaran sosialnya.
Editor : Pimred Laksamana.id