Scroll untuk baca artikel

Bukber di Zaman Digital: Menjaga Tali Silaturahmi Sambil Berkilau di Medsos

Bukber di Zaman Digital: Menjaga Tali Silaturahmi Sambil Berkilau di Medsos
Bukber di Zaman Digital: Menjaga Tali Silaturahmi Sambil Berkilau di Medsos

Makan berbuka bersama, sering disebut bukber, sudah jadi kebiasaan tahunan yang ditunggu-tunggu di Bulan Suci Ramadan.

Tradisi ini tidak melulu tentang makan bersama usai berpuasa sehari penuh, namun juga bertujuan untuk menguatkan tali persaudaraan.

Di zaman dahulu, bukber umumnya diselenggarakan dengan cara yang sederhana di dalam rumah atau masjid menggunakan sajian khas seperti kurma, air mineral, serta hidangan tradisional yang dibuat bersama-sama.

Atmosfer kerja sama semakin kuat, sebab tiap individu mengantarkan hidangan dari tempat tinggal mereka dan membagikannya kepada sesama yang hadir.

Di samping itu, tradisi bukber di waktu lampau lebih menekankan persatuan dengan suasana yang sederhana.

Biasanya hidangan yang tersaji merupakan produk kerja sama warga atau bantuan dari komunitas setempat.

Berbagi makanan di masjid ataupun di kediaman tetangga menjadikan kesempatan baik untuk meningkatkan tali kekeluargaan.

Ketika anak-anak muda bermain dengan gembira, para dewasa duduk bersama dan mengobrol sambil menyantap hidangan yang tersedia.

Oleh karena itu, bukber tidak sekadar berkumpul untuk membuka puasa, melainkan juga menciptakan ikatan keluarga yang kuat.

Perkembangan Bukber pada Zaman Kontemporer

Dengan kemajuan jaman, kebiasaan bukber perlahan berubah seiring bermunculannya beragam opsi lokasi untuk membuka puasa, termasuk di restoran, kafe, serta hotel-hotel berkualitas tinggi.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini