Tradisi berburu ikan paus di kampung ini telah terjadi sejak zaman abad ke-17.
Paus, yang diistilahkan sebagai Baleo dalam dialek lokal, bisa bermunculan sewaktu-waktu sepanjang tahun; meskipun demikian, tidak seluruh populasi Paus menjadi incaran warga Lamalera.
Kegiatan memburu ikan paus menggunakan alat-alat tradisional seperti peledang (kapal layar tanpa motor), dan tempuling (panah bambu dengan ujung kait besi) yang digunakan untuk menusuk paus.
Peledangan dilakukan tanpa menggunakan mesin, tetapi dengan sekelompok nakhoda atau juru dayung.
Di dalam sebuah peledak terdapat 4 hingga 6 matros yang diketuai oleh seorang Lamafa atau juru meriam.
Berwisata ke Kampung Adat Waru Wora di Desa Patiala Bawa, Lamboya, Sumba Barat, NTT
Masyarakat di Lamalera memiliki periode penangkapan ikan yang disebut sebagai musim Lewa.
Setiap tahun acaranya digelar di bulan Mei.
Selama musim Lewa, penduduk Lamalera tak cuma memburu ikan paus saja, tapi juga hiu serta dolphin.
Walaupun begitu, tangkapan ikan selama musim Lewa tidak berlangsung secara masif, dan daging tersebut hanya dimakan sendiri atau ditukar dengan barang makanan lainnya.
Editor : Pimred Laksamana.id