Tasya juga mengajak pengguna internet untuk menyertakan bukti terkait tuduhan yang diajukan.
"Apakah kalian pernah melihat bukti transfer atau pernytaan resmi dari merek yang mengonfirmasi bahwa saya di bayar untuk menjelek-jelekkannya? Jika memang benar demikian adanya, dimana buktinya? Dan siapakan orang atau pihak yang telah membayari saya?" tanyanya dengan rinci.
Tasya merasakan kekecewaan terhadap netizen karena mereka begitu cepat mempercayai berita tanpa bukti yang pasti.
Seberapa cepatnya kau mempercayai tuduhan palsu tanpa adanya bukti? Saya tekankan hal ini merupakan fitnah. Bila benar, berilah buktinya.
"Boleh jadi ada food reviewer yang berperilaku begitu, tetapi apa adil jika menuduh food reviewer lain yang tak terkait dengan cara tersebut?," tegasnya.
Artikel ini sudah dipublikasikan di Tribunnews.com
Editor : Pimred Laksamana.id