Scroll untuk baca artikel

Kocaknya Carlo Ancelotti Maksa Ruediger Jadi Ekor-ekoran untuk Penalty Berkat Wajah "Bocah" Brasil

Kocaknya Carlo Ancelotti Maksa Ruediger Jadi Ekor-ekoran untuk Penalty Berkat Wajah "Bocah" Brasil
Kocaknya Carlo Ancelotti Maksa Ruediger Jadi Ekor-ekoran untuk Penalty Berkat Wajah "Bocah" Brasil

Dari kelima pemain tendangan itu, cuma Vazquez yang tidak berhasil menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik.

Pada saat yang sama, Ruediger menjadi pembeda dalam kemenangan El Real pada aduan tendangan pojok akhirnya sebagai pengambil terakhir.

Adu penalti kemarin malam dimenangkan oleh Madrid dengan skor akhir 4-2 melawan Atletico.

Sebelum pertandingan tendangan penalti berlangsung, sang pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, telah merencanakan sejumlah pemain sebagai eksekutor.

Menariknya, Ruediger sebenarnya bukanlah prioritas utama untuk menjadi penendang.

Justru pemain serangan berumur 18 tahun, Endrick Felipe, pada mulanya yang direncanakan menjadi pengganti akhir dari tim tersebut.

Endrick sendiri baru dimasukkan pada menit ke-115 untuk menggantikan Vinicius Junior.

Perubahan itu telah disiapkan oleh Carlo Ancelotti karena tendangan pinalti sudah tak berada jauh lagi.

Meskipun demikian, Endrick akhirnya tak dipilih oleh Ancelotti; malah Ruediger yang diamanatkan sebagai eksekutor tendangan pamungkas tersebut.

Editor : Pimred Laksamana.id
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini